Pengertian Sistem Komunikasi
Pengertian Sistem Komunikasi
Teori sistem telah memiliki suatu
pengaruh utama pada studi komunikasi manusia. Beberapa pelopor adalah:
1. Gregory Bateson (dalam
Littlejohn, 1999) adalah penemu garis teori yang kemudian dikenal sebagai
komunikasi relasional. Ia berpendapat bahwa dalam berkomunikasi (sebagai ujud
suatu sistem) peserta komunikasi menyampaikan suatu pesan yang memuat makna mendua
dan hubungan komplementaris atau simetris. Pengertian pesan bermakna
mendua, yaitu pesan yang memuat isi pesan (content message) dan pesan memuat
hubungan (relationship massage). Pengertian hubungan komplementer, adalah satu
bentuk perilaku diikuti oleh perlaku lawannya yang bersifat melengkapi. Dalam
simetri, aksi seseorang diikuti oleh aksi sejenis oleh orang lainnya. Disini
mulai telihat bagaimana proses interaksi menciptakan struktur sistem, bagaimana
orang merespon satu sama lain menentukan jenis hubungan yang mereka miliki.
2. Aubre Fisher (dalam
perspectives on Human Communication) menerapkan konsep-konsep sistem pada
komunikasi. Analisisnya dimulai dengan perilaku seperti komentar verbal dan
aksi-aksi nonverbal sebagai unit terkecil dari analisis dalam sistem
komunikasi. Perilaku-perilaku yang dapat diobservasi ini (suatu pesan)
merupakan kendaraan satu-satunya untuk menghubungkan individu dalam suatu
sistem komunikasi. Fisher percaya bahwa aliran pembicaraan ini dengan
sendirinya mengatakan sedikit tentang sistem komunikasi.
Berangkat dari pengertian-pengertian
diatas, sistem komunikasi dapat diartikan sebagai seperangkat hal-hal
tentang proses penyampaian pesan yang berhubungan satu sama lain dan membentuk
suatu keseluruhan. Layaknya suatu sistem, sistem komunikasi terdiri dari 4
(empat) hal, Yaitu:
a. Objek-objek dari sistem
komunikasi, yang berupa unsur-unsur komunikasi (komunikator, pesan, media,
komunikan, efek).
b. Atribut Sistem komunikasi, yang
berupa kualitas atau properti sistem itu dan unsur-unsur komunikasinya.
c. Hubungan internal sistem
komunikasi, hubungan antara peserta-peserta komunikasi (komunikator dan
komunikan) sebagai anggota sistem, yang dapat ditandai melalui pesan-pesan
komunikasi mereka.
d. Lingkungan sistem komunikasi,
suatu sistem komunikasi memiliki suatu lingkungan, yaitu: sistem sosial, sistem
politik, sistem budaya dan sebagainya. Mereka tidak hadir dalam suatu
kevakuman, tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
Jika pengertian sistem komunikasi itu
dipakai untuk mengamati suatu sistem pers, maka objek-objek dari sistem ini
adalah insan pers (wartawan, dewan pers, institusi pers), pesan (berita, opini,
iklan) masyarakat yang berkepentingan, pemerintah. Ciri-ciri atau kualitas dari
mereka sebagai objek-objek sistemmerupakan atribut sistem. Interaksi antara
mereka membentuk membentuk hubungan antara anggota sistem. Sistem pers juga
eksis dalam lingkungan sosial, politik, budayanya. Anggota-anggota sistem
komunikasi ini bukanlah orang-orang yang terisolasi dan hubungan mereka
haruslah diperhitungkan untuk memahami sistem komunikasi ini sebagai suatu unit
dari sistem yang lebih besar.
Sifat-sifat dari sistem pers dapat
dijabarkan sebagai berikut:
a. Keseluruhan dan interdependensi
Sistem pers adalah suatu hubungan
antara insan-insan pers (wartawan, dewan pers, dan sebagainya), pesan (berita,
opini, iklan), masyarakat yang berkepentingan, dan pemerintah yang membentuk
suatu keseluruhan.dan masing-masing anggota sistem saling bergantungan
(interdependensi), artinya kebebasan pers dipengaruhi oleh masyarakat dan
pemerintahnya.
b. Hirarki
Sistem pers merupakan sub sistem dari
sistem komunikasi, atau sistem komunikasi merupakan sistem besar bagi sistem
pers, sistem penyiaran, sistem periklanan,dan sebagainya. Sistem pers sendiri
mempunyai sub sistem-sub sistem, yaitu sistem pers surat kabar, tabloid,
majalah, dan sebagainya.
c. Peraturan sendiri dan kontrol
Sistem pers mempunyai aturan-aturan
sendiri bagi sistem itu dan anggota-anggotanya. Aturan-aturan itu antara lain:
uu pers, kode etik, uu penyiaran, dan sebagainya. Anggota-anggota sistem
haruslah berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku dalam sistem ini.
Mekanisme kontrol juga dijalankan untuk menindak anggota sistem yang
berperilaku yang menyimpang. Mekanisme kontrol dalam sistem ini dijalankan oleh
dewan pers.
d. Pertukaran dengan lingkungan
Sistem pers berada dalam suatu sistem
sosial, sistem politik, sistem budaya, sistem ekonomi, dan sebagainya. Dan
sistem-sistem itu saling mempengaruhi.
Sistem komunikasi berada di bawah
subordinat sistem sosial. Sistem sosial adalah sebuah bangunan yang di dalamnya
mempunyai beberapa sub sistem, yang mendukung eksistensi dari sistem sosial itu
secara bersama-sama. Sistem sosial yang mengedepankan budaya feodalisme atau
paternalistik akan mempengaruhi sistem komunikasi, ekonomi, politiknya,
-dan pada gilirannya akan mempengaruhi sistem pers.
e. Keseimbangan
Keseimbangan suatu sistem berkorelasi
dengan kemampuan merawat diri sendiri. Dalam sistem pers, keseimbangan ini
dipertahan oleh insan-insan pers, masyarakat yang berkepentingan, dan
pemerintah sebagai anggota-anggota sistem. Bagaimana mereka mampu merawat diri
mereka dan sistemnya, dengan cara berdisiplin untuk patuh terhadap
aturan-aturan yang berlaku dalam sistem mereka. Mereka harus juga mampu
menyesuaikan/merevisi peraturan-peraturan yang sudah tidak sesuai dengan
perkembangan dari sistem ini, maupun terhadap lingkungannya.
f. Perubahan dan kemampuan
beradaptasi
Sistem pers eksis pada suatu
lingkungan, untuk itu sistem pers harus mampu mengadakan penyesuaian guna
beradaptasi dengan lingkungannya. Misal sistem pers harus menyesuai
perkembangan dari sistem politik yang cenderung lebih demokratis, penyesuaian
yang dilakukan tentunya berkenaan dengan perkembangan dari kebebasan yang
dirasakannya.
g. Sama akhirnya.
Keadaan final (pencapaian tujuan/penyelesaian
tugas) tertentu bisa jadi diselesaikan dengan cara berbeda dan titik awal yang
berbeda.
-Berbagi Ilmu Itu Lebih Baik-


0 komentar :
Posting Komentar